Kapal selam KRI Nanggala 402 salah satu armada pemumul yang dimiliki TNI AL

Pada hari Rabu, 21 April 2021 kemarin, publik Indonesia dikagetkan dengan hilang nya kapal selam KRI Nanggala 402 di sekitar perairan utara, Bali. Kapal selam yang hilang tersebut termasuk salah satu armada pemukul yang dimiliki TNI AL.



 Bila Membicarakan sejarah Alutsista di seputaran armada militer Indonesia, tentunya akan teringat bagaimana masa-masa Indonesia masih dijuluki sebagai "Macan Asia". di masa itu Indonesia tercatat memiliki banyak sekali kapal selam jenis Whiskey, yang berjumlah sekitar dua belas unit. Kapal-kapal ini dibeli Indonesia melalui pemanfaatan hubungan diplomatik dengan Uni Soviet. Seperti yang diketahui, hubungan antara pemimpin kedua negara ini memang sangat dekat. Soekarno dan Nikita Khrushchev telah berteman baik. 


Dalam aksi militer Tri Komando Rakyat (Trikora), armada kapal selam TNI AL juga sempat ikut berpatisipasi, Seperti dalam Operasi Tjakra II. operasi ini melibatkan tiga kapal selam jenis Whiskey, yaitu KRI Nagarangsang, KRI Trisula, dan KRI Tjandrasa. Operasi Tjakra II bertujuan untuk menyusup sekaligus melakukan sabotase militer di Irian Barat (Papua) yang kala itu masih dikuasai oleh Belanda. Operasi ini perlu dilakukan dengan alasan guna dapat mengetahui medan dan kekuatan tempur lawan. dalam Operasi Tjakra II, titik penyusupan dan pendaratan tiga kapal selam berbeda-beda, tapi masih tetap di satu kawasan, yaitu Teluk Tanah Merah, Papua. Setelah mendapat perintah dari Komandan Kesatuan Kapal Selam, pada 15 Agustus 1962. KRI Trisula berangkat terlebih dahulu karena mendapat titik pendaratan terjauh. 


KRI Trisula kala itu dipimpin oleh Mayor (laut) Teddy Asikin Nataatmadja bergerak langsung menuju Teluk Tanah Merah, Papua. Hal ini menandai dimulainya Operasi Tjakra II yang membawa ratusan pasukan khusus TNI. Pasukan khusus menaiki kapal selam KRI Trisula dan KRI Nagarangsang. Setelah mendarat, pasukan khusus akan melakukan tugasnya dengan menyabotase pertahanan Belanda di sekitar kota Hollandia atau sekitar lapangan terbang Sentani. Dari pangkalan Teluk Kupa-kupa, Halmahera. KRI Trisula bergerak ke timur dengan haluan 070 derajat. Rute tersebut diambil untuk menghindari deteksi dan penyergapan pesawat Neptune Belanda yang berpangkalan di Biak, Papua. 


Setelah sampai di target pendaratan, yaitu di sekitar pantai Teluk Merah. para pasukan khusus yang ada di dalam kapal keluar dan langsung melakukan persiapan. Sesekali mereka juga sempat berbincang dengan para penduduk. Namun, tak lama setelah itu mereka kepergok oleh pesawat Neptune Belanda yang sedang berpatroli. Berada di posisi sulit, para pasukan yang mendarat bergegas kembali ke kapal selam dan menghindari penyergapan yang dilakukan pesawat Neptune Belanda. KRI Trisula bergerak menjauh dan menyelam ke air hingga berada di kedalaman 150 meter. sedangkan sebuah Kapal Destroyer Belanda mulai bergerak mengejar mereka. Hal ini membuat KRI Trisula terus menyelam hingga kedalaman 180 meter. 


Dengan menyelam menghindari pengejaran, membuat KRI Trisula telah gagal melakukan aksi Penyusupan dan Sabotase di Hollandia. Nasib yang sama juga terjadi pada dua kapal selam lain nya, yaitu KRI Tjandrasa dan KRI Nagarangsang. tempat pendaratan dua kapal selam itu tidak jauh dari target yaitu masih di sekitar Teluk Merah, Papua. KRI Tjandrasa yang di pimpin oleh Mayor (Laut) Mardiono hampir bisa melakukan sabotase, tapi lagi-lagi kepergok oleh Pesawat Neptune Belanda. Sedangkan KRI Nagarangsang yang di pimpin oleh Mayor (Laut) Agus Subroto kepergok oleh Kapal Perusak Milik Belanda Sebelum sampai di tujuan pendaratan. dengan kegagalan melakukan sabotase, membuat Tiga Kapal Selam harus terpaksa kembali ke Pangkalan Teluk Kupa-kupa, Halmahera. 


-------------------------------------

Penulis : Zakaria

Penyunting : Aza

-------------------------------------


Refrensi :

• Atmadji Sumarkidjo. Mission Accomplished, Misi Pendaratan Pasukan Khusus Oleh Kapal Selam RI Tjandrasa. Penerbit, Kata Hasta Pustaka Jakarta.


-------------------------------------

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel