Pembantaian satu generasi terbaik Kalbar ( PERISTIWA MANDOR) - ibnul abdi salam Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pembantaian satu generasi terbaik Kalbar ( PERISTIWA MANDOR)

 Peristiwa Mandor adalah sebuah peristiwa kelam yang pernah terjadi di Kalimantan Barat, peristiwa ini terjadi pada tahun 1943-1944 di daerah Mandor, Kabupaten Landak.



Sewaktu itu, pihak Jepang sudah mencurigai bahwa di Kalimantan Barat dan Selatan terdapat komplotan-komplotan yang terdiri atas feodal lokal, cendikiawan, ambtenar, politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga rakyat jelata, dari berbagai etnik, suku maupun agama. Sehingga komplotan-komplotan tersebut diatasi dengan aksi kekerasan. Penangkapan-penangkapan yang pernah terjadi antara September 1943 hingga awal 1944.

Menurut data yang ada, jumlah korban dari peristiwa Mandor tersebut adalah ± 21.037 orang. Akan tetapi pihak dari Jepang menolak pernyataan tersebut dan menganggap hanya ada 1.000 korban saja. Peristiwa Mandor terjadi akibat ketidaksukaan pihak Jepang waktu itu terhadap para pemberontak yang ada di Kalimantan Barat dikarena ketika itu Jepang ingin menguasai sumber daya alam yang ada di bumi Kalimantan Barat. Sebelum terjadi peristiwa Mandor, juga terdapat peristiwa Cap Kapak dimana kala itu tentara - tentara Jepang secara paksa mendobrak pintu - pintu rumah masyarakat dikarenakan mereka ingin menakut-nakuti masyarakat agar tidak berani untuk melakukan pemberontakan. Meskipun demikian, ternyata menurut sejarah yang dibunuh bukan hanya kaum cendekiawan maupun feodal namun rakyat biasa juga tidak luput dari pandangan mereka.

Jepang telah menyusun rencana genosida untuk memberangus semangat perlawanan rakyat Kalimantan Barat kala itu. Di sebuah koran harian Jepang yang berjudul "ボルネオ新聞 (Boruneo Shinbun)", surat kabar yang terbit pada masa itu, mengungkapkan rencana tentara Negeri Matahari Terbit tersebut untuk membungkam kelompok pembangkang kebijakan politik perang Jepang yang ada di Kalimantan Barat.

Tanggal 28 Juni diyakini sebagai hari pengeksekusian ribuan tokoh-tokoh penting masyarakat pada masa itu.

Korban mandor.

Secara garis besar yang menjadi korban dari pihak masyarakat Kalimantan Barat saat itu sebagai berikut :


Syarif Mohammad Alkadrie (Sultan Pontianak, 74 tahun)

Pangeran Adipati (Putra Sultan Pontianak, 31 tahun)

Pangeran Agung (26 tahun)

JE Patiasina (51 tahun)

Tjong Tjok Men

Ng Nyiap Soen (40 tahun)

Lumban Pea (43 tahun)

dr. Roebini

Kei Liang Kie

Ng Nyiap Kan

Panangian Harahap

Noto Soedjono

FJ Loway Paath

CW Octavianoes Loecas

Ong Tjoe Kie

Oeray Alioeddin

Goesti Saoenan (Panembahan Ketapang, 44 tahun)

Mohammad Ibrahim Tsafioeddin (Sultan Sambas, 40 tahun)

Sawon Wongso Atmodjo

Abdoel Samad

dr. Soenaryo Martowardoyo

Moehammad Yatim

Raden Mas Soediyono

Nasaroeddin

Soedarmadi

Tamboenan

Thji Boen Khe (wartawan)

Nasroen St (Pangeran)

E Londok Kawengian

WFM Tewoe

Wagimin bin Wonsosemito

Ng Loeng Khoi

Theng Swa Teng

dr. R.M Ahmad Diponegoro

dr. Ismail

Ahmad Maidin

Amaliah Roebini (istri dr. Roebini)

Noerlela Panangian Harahap (istri Panangian)

Tengkoe Idris (Panembahan Sukadana, 50 tahun)

Goesti Mesir (Penembangan Simpang, 43 tahun)

Syarif Saleh (Panembahan Kubu Raya, 63 Tahun)

Gusti A Hamid (Panembahan Ngabang)

Ade Moehammad Arief (Panembahan Sanggau)

Goesti Moehammad Kelip (Panembahan Sekadau, 41 tahun)

Goesti Djafar

Raden Abdoel Bahry Daroe Perdana (Panembahan Sintang)

Moehammad Taoefik (Panembahan Mempawah, 63 tahun)

AFP Lantang

Raden Nalaprana

Tjoeng Kiung Liung

Tokoh yang bertanggung jawab Sunting

Menurut sumber yang tidak pasti, ada yang mengatakan bahwa "州知事地よ西武妖夢(Shūchijichiyo Seibu Youmu) atau dalam bahasa Indonesianya adalah "Gubernur Negara Bagian (Kalimantan Barat) Youmu Seibu.


Referensi

^ Andry, Borneo Tribun (June 27, 2008). "Hadirkan Dubes Jepang" Borneo Tribun 

^ a b Ricklefs, Merle Calvin; Nugraha, Moh.Sidik. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008 hal. 430. Penerbit Serambi. ISBN 978-979-024-115-2

^ Google Books "Peristiwa Mandor Berdarah" 'Google Books' 

^ Eddy Jp "Travelling Indonesia: My Family

 History di Makam Juang Mandor " Multiply 

^wikipedia