Siapa harun yahya yang dijatuhi hukuman penjara 1.075 tahun

1. Biografi Harun Yahya

a. Latar Belakang Kehidupan Sosial dan Pendidikan

Harun Yahya adalah nama pena dari Adnan Oktar yang lahir di 

Ankara tahun 1956. Nama penanya ini berasal dari dua nama yaitu 

“Harun” dan “Yahya”, untuk mengingat dua orang nabi yang berjuang 

melawan kekufuran. Ia dilahirkan dari serang ibu bernama Mediha 



Oktar yang berasal dari keluarga muslim dan memiliki kedudukan serta 

status ekonomi yang tinggi (Yahya, 2007: v). 

Harun Yahya menyelesaikan sekolah dasar dan menengahnya di 

Ankara. Pada masa ini ia telah membaca hampir semua karya-karya 

para ulama Islam. Sehingga, di usia yang masih muda ia memiliki 

pengetahuan yang mendalam tentang Islam. Untuk melanjutkan 

pendidikannya, ia masuk di Akademi Seni Rupa Universitas Mimar 

Sinan Istanbul pada tahun 1979. Adnan Oktar adalah seorang seniman 

berbakat sejak kecil yang menganggap seni sebagai bukti nyata dari 

ciptaan Allah yang unggul. Ia melukis dari waktu ke waktu yang 

sebagian besar diberikan kepada teman-temannya sebagai hadiah 

(Yahya, 2006: v). Harun Yahya dikenal sebagai penulis yang menulis karya-karya 

penting yang mengungkapkan kekeliruan para evolusionis, ketidak 

shahihan klaim-klaim mereka dan hubungan gelap antara Darwinisme 

dan ideologi berdarah seperti fasisme dan komunisme (Yahya, 2006: v).

b. Pemikiran Harun Yahya

Universitas Mimar Sinan di bawah pengaruh berbagai organisasi 

Marxis-komunis ketika Adnan Oktar memasukinya. Ateis agresif dan 

tren materialis mendominasi kalangan mahasiswa serta staf akademik.

Bahkan beberapa anggota staf pengajar memanfaatkan setiap 

kesempatan untuk mempropagandakan filsafat materialis dan 

Darwinisme, meskipun mata pelajaran ini tidak ada hubungannya 

dengan kurikulum. Lingkungan ini menolak agama dan nilai-nilai 

moralnya (http://www.harunyahya.com).

Adnan Oktar memiliki arti penting dalam pembantahan teori 

evolusi. Hal ini dikarenakan ia melihat bahwa Darwinisme merupakan 

bagian dari materialisme dan ateisme. Menyadari bahwa hari ini orang-

orang masih membela Darwinisme dan berjuang untuk tetap hidup 

karena alasan ideologis, Adnan Oktar mempercayai bahwa Darwinisme 

akan runtuh dan mengalami kekalahan yang besar 

(http://www.harunyahya.com).

Untuk itu, Adnan Oktar berkonsentrasi pada pembuktian ketidak

absahan teori ini yang selama lebih dari satu abad telah menjadikan

orang-orang jauh dari nilai-nilai moral agama. Dia menyadari bahwa  sejak Darwinisme mengajukan diri sebagai bagian ilmu pengetahuan, 

cara yang paling efektif untuk mengungkapkan wajah aslinya adalah 

melalui ilmu pengetahuan itu sendiri. Berdasarkan sudut pandang itu, ia 

mengeluarkan sebuah pamflet berjudul Teori Evolusi, sebuah ringkasan 

dari studi dan penelitian luas. Ia secara pribadi menanggung semua 

biaya cetak dengan menjual harta warisan dari keluarganya, dan 

membagikan pamflet gratis kepada mahasiswa lainnya 

(http://www.harunyahya.com).

Menggunakan gaya dan akses yang mudah dipahami pamflet ini 

mampu menunjukkan bahwa evolusi adalah penipuan. Namun beberapa 

mahasiswa dengan pemikiran materialis secara membabi buta terus 

menyangkal meskipun setelah melihat kebenaran yang jelas. Beberapa 

mahasiswa secara terbuka mengancam Oktar, mengatakan hidupnya 

akan berada dalam bahaya kecuali dia berhenti dari aktivitasnya. 

Namun ini hanya meningkatkan tekad dan pengabdian Oktar kepada 

Allah. Reaksi keras yang tampak oleh kalangan materialis adalah bukti 

signifikan bahwa ia berada di jalan yang benar

(http://www.harunyahya.com).


Sumber : repository.umy.ac.id

Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url