Tradisi Burdah yang mencoba exis di zaman yang serba modern

 Berbicara kesenian tradisi kuno warisan leluhur di Indonesia, tentu tak ada habisnya. Beragam upaya dilakukan agar tradisi itu tak lapuk dimakan zaman. 

Salah satunya adalah tradisi baca burdah yang dilakukan di komplek RGS dan RKS.

tradisi bernuansa religi yang Indonesia punya itu, tetap dilaksanakan hingga kini, dengan berbagai variasi mengikuti perkembangan zaman. 

Tradisi baca Burdah, termasuk kesenian yang sangat kuno dan masih mencoba eksis hingga saat ini.

Kesenian ini berupa pujian serta sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, yang diambil dari kitab Al-Barzanji, karya Syekh Ja’far al-Barzanji bin Hasan bin Abdul Karim. Musik pengiringnya, sejumlah rebana berbagai ukuran, itu diambil dari bunyi rebana yang paling besar yang berbunyi ‘brung’ bila ditabuh.

Kesenian ini bisa ditemui saat acara hajatan, syukuran, atau upacara tradisi kehamilan 7 bulan. Namun, seiring perkembangan zaman, Burdah seakan tenggelam.

Untuk menyiasati agar seni religi yang Indonesia punya ini tak lapuk dimakan zaman, penggiat seni memadukan dengan berbagai alat musik khas daerah. Seperti kendang, kempul, dan kluncing. Sedang untuk syair-syair yang dilantunkan.

Mohon maaf kalau ada kesalahan dalam tulisan


Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url