Merasa sering digosipkan, apakah tanda sakit jiwa?

   PEMANGKAT - Gosip menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah obrolan tentang orang lain, cerita negatif tentang orang lain, pergunjingan, Sebagai makhluk sosial, manusia telah membuat bergosip sebagai salah satu sarana interaksi sosial dengan sesama.



 Setiap orang memiliki kecenderungan untuk bergosip dengan berbagai motif termasuk agar diterima masyarakat atau hanya sebagai hiburan. Di sisi lain, bergosip tidak hanya disukai oleh orang berkepribadian terbuka dan agresif. Individu yang cenderung tertutup juga memiliki keinginan bisa diterima di kelompok lingkungannya yang dapat dilakukan dengan bergosip.
   Mengetahui informasi dan ikut bergosip akan membuat orang merasa dianggap dalam suatu kelompok. Berpartisipasi dalam obrolan di sebuah lingkungan dapat dijadikan modal sosial seseorang dan menjadi tolok ukur penerimaan yang baik dalam suatu kelompok.
      

  Bagaimana kalau merasa selalu digosipkan, apakah sakit jiwa?

Dikutip dari kompas.com seseorang merasa selalu digosipkan dan sampai terniang - niang berikut kutipan pertanyaan daan jawaban dari dokter "  Selamat malam Dok. Kenapa dari dulu sampai sekarang saya selalu merasa dibicarakan orang lain dan ini bukan pembicaraan yang positif yang saya rasa, tapi negatif. Saya merasa minder Dok. Memang, banyak yang selalu membicarakan atau ngegosipin saya sampai saya ngeblank dan tidak fokus dalam melakukan sesuatu. Dan anehnya, saya selalu merasa digosipin orang lain yang terus terngiang di telinga saya. Setiap waktu selalu mendengar orang sedang membicarakan atau menjelek-jelekan saya. Apakah saya sakit jiwa dok ?"

Dokter menjawab : nana yang baik Pertama yang harus diperhatikan apakah perasan dibicarakan orang ini memang kenyataan adanya atau hanya perasaan Nana saja. Inilah hal yang penting diperhatikan supaya kita bisa memahami apakah sebenarnya keadaan dibicarakan itu adalah bagian dari Waham atau benar adanya. Waham adalah suatu keyakinan yang salah dan dipertahankan walaupun sudah diberikan bukti-bukti yang menyangkal keyakinan tersebut. Keyakinan dalam waham tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, sosial dan budaya orang tersebut.

Ini perlu diperhatikan baik-baik apalagi Nana mengatakan kalau ada orang yang membicarakan itu sampai teringang-ngiang di telinga.

Apakah mungkin ini suatu halusinasi? Saran saya Nan harus memeriksakan diri Nana ke psikiater. Semoga bermanfaat.

Salam sehat jiwa

Dari percakapan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk anda atau siapa saja yang merasa selalu digosipkan sampai terniang niang ditelinga silahkan datang atau konsultasikan ke psikiater mungkin saja anda terkena waham


Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url